"Apa yang terjadi disana, apakah Pondok yang membesarkanmu begitu jauh dimata?", ujar Baba.
Mustahil, itu tak akan pernah terjadi, setelah sekian lama aku menyusu padanya. Terbaringku lugu di atas tumpukan sampah dunia saat dia temukanku, memapahku kerumahnya, jadikan aku anaknya. Betapa kasihnya mendidikku, betapa sayangnya membimbingku.
Kulalui masa kecilku dalam genggamannya, duduk di tepi telaga ilmu dalam pangkuannya. Aku menyembah di megah mesjidnya, aku tertatih di setapak jalannya.
Berbagai pengetahuan kutimba dari sumurnya, berbagai pengalaman kulahap dari dapurnya. Aku dewasa dalam peluknya, aku bertemu diri dalam dekapnya.
Dia begitu dekat, hingga hanya sekat asa yang memisah. Aku masih anaknya, dulu, sekarang, dan nanti, aku tetap anaknya.
Dari Anakmu..
This entry was posted
on Kamis, 05 Februari 2009
at 20.17
. You can follow any responses to this entry through the
comments feed
.
About Me
Archives
-
▼
2009
(14)
-
▼
Februari
(14)
- wwuuaahh,,jadwal gw padat,,bikin mumet nih mikirin...
- Dasar-dasar Photoshop Part 1
- Dasar-dasar Photoshop Prolog
- selamat pagi buat Jum'at
- Biru dan Cinta
- 3 dan 1
- 2 dan 1
- 0 dan 1
- Tuhan dan tuhan #2
- Tuhan dan tuhan #1
- Siapa Engkau
- Surat Buat Si Sontoloyo
- oh yak..sempetin juga yak ngeview friendster gw di...
- Let This Begin
-
▼
Februari
(14)
